Cara Agar Jualan Laris Dengan Merubah Pola Pikir

Marketing Langit itu apa?

Marketing langit itu adalah usaha-usaha yang kita lakukan selain dengan ilmu-ilmu dunia (Ilmu Marketing, Ilmu Closing, dll ).
Apakah kesuksesan itu suatu kebetulan? Kesuksesan tentu bukan suatu kebetulan, kebetulan dia sukses, kebetulan dagangan laris, kebetulan dia bisnisnya berkembang, kebetulan mitra bisnisnya orang-orang hebat.
Nah kalau itu bukan kebetulan trus apa? Itu yang nanti kita akan bahas di sini. Mengapa bisa laris? Mengapa bisa punya reseller banyak? Mengapa bisa cepet sukses?

Sukses itu setelah Bahagia?
Mengapa harus bahagia dulu?

Sukses itu bukan kunci menuju bahagia, tetapi kebahagianlah kunci menuju kesuksesan. (Nikmah Nursyam)

Bagaimana Cara Bahagia?
Bahagia karena kita sudah mampu :
– bersabar
– bersyukur
– memaafkan
– bersedekah
– melawan penyakit hati (tamak, sombong, angan, ingkar, malas, kebiasaan merusak, cepat puas, putus asa, dengki, pelit, egois/asosial, riya dll.)
dll

Bagaimana supaya Mendapat Keberuntungan?
Bagaimana supaya sukses? Bagaimana supaya dagangan laris? Bagaimana supaya bisnisnya berkembang? Bagaimana supaya menemukan mitra bisnis yang hebat?

Caranya yaitu memperbanyak rekening kebaikan kita dan hindari rekening keburukan.

Apa Hubungannya Rekening Kebaikan dan Kesuksesan
1. Kisah 3 orang yang terperangkap di sebuah gua
Coba kita renungkanlah kisah 3 orang yang terperangkap di sebuah gua tertutup batu besar! Mereka telah ikhlas melakukan kebaikan yang kemudian menjadi wasilah (sarana berhubungan) dengan Allah SWT. Atas keikhlasan Allah akan menolong dan member kemudahan di saat membutuhkan.

“Dialah Pelindung mereka disebabkan apa (amal-amal saleh) yang senantiasa mereka kerjakan.” (QS Al-An’am : 127).

2. Kisah Nabi Yunus dalam perut ikan.
Nabi Yunus yang di masa susah (dalam perut ikan) berdoa kepada Allah, Allah pun kemudian memberi jalan keluar baginya. Hal itu dikarenakan dulunya saat hidup di daratan (di masa lapang) Nabi Yunus sering melakukan kebaikan, sehingga Allah selamatkan ia ketika kesulitan, sehingga tidak sampai mati di dalam perut ikan.

“Kalaulah ia tidak termasuk orang yang dulunya banyak bertasbih (sholat), niscaya ia akan tetap tinggal di perutnya (hiu) hingga hari dibangkitkan.” (Q.S As-Shoffaat:143)

Di dalam riwayat hadits yang lain, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kenalilah Allah di masa lapang (senang), niscaya Allah akan mengenalimu di masa engkau menghadapi kesulitan.” (disahihkan oleh Syaikh al-Albany dalamFhahibul Jaami’)

Hikmah Kisah di Atas
Semakin besar rekening kebaikanmu di sisi-Nya, semakin banyak kebaikan yang akan kauterima dari-Nya. Allah akan semakin banyak memberi kemudahan untuk kita. Ini kaidah penarikan dana hanya dari rekening.

Dan kalau rekening keburukan kita banyak, tentu yang akan datang adalah kesulitan dan keburukan.

Mengapa Kita harus Memperbanyak Rekening Kebaikan?
1. Allah berfirman. “Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri” (QS Al-Isra’: 7).
2. “Barangsiapa melepaskan satu kesusahan dunia seorang mukmin, maka Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang sedang mendapatkan kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya didunia dan di akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim )

3. Dari Abu Ad-Darda’ dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)

4. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)

5. “Barangsiapa mengerjakan kebaikan walau sebesar zarah pun, nescaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan walau sebesar zarah pun, nescaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” ( QS : 7-8 )

6. Hindari Penyakit Hati, Segera Obati Jika Kita Terserang Penyakit Hati.
a. Lawan Tamak Dengan Sahaja : 1. Meringankan diri dengan menjauhi keborosan 2. Sanggup mulai dari bawah 3. Tidak semuanya sendiri 4. Jauhi amarah diri dan orang lain
b. Lawan Sombong Dengan Rendah Hati : 1. Pelajaran dari siapa saja 2. Tundukkan Kesombongan dengan belajar 3. Pakai baju kepibadian sendiri 4. Ketinggian budi di peroleh melalui kerendahan hati
c. Lawan Angan dengan Tawakal : 1. Satu keberuntungan hanya kepada-Nya 2. Jangan lemah dan bersedih hati 3. Sebrangi jembatan jika sudah tiba 4. Menyadari takdir selalu diberi yang terbaik
d. Lawan Ingkar dengan Taat : 1. Jadikan ilmu sebagai bahan bakar bagi pekerti 2. Kejar hidayah dengan takut maksiat 3. Jangan menantang datangnya nasib buruk 4. Terima standar yang telah ditetapkan
e. Lawan Malas dengan Rajin : 1. Setelah yang satu kerjakan yang lain. 2. Malu karena tidak punya kesibukan 3. Jadikan hari ini sebagai hari paling sibuk, kemarin telah pergi dan besok belum datang. 4. Sambut penghidupan yang pasti dengan tetesan keringat
f. Lawan Kebiasaan Merusak dengan Memelihara : 1. Mempertahankan kebaikan dengan kebaikan yang lain 2. Jangan gubris kelemahan di sekitar, carilah kelebihan 3. Damaikan konflik karena setiap orang adalah aset 4. Memelihara orang walau hanya satu seakan memelihara seluruh manusia.
g. Lawan Cepat Puas dengan Cita-Cita : 1. Raih bintang dengan optimis 2. Tidak tergesa melihat nasib 3. Saat di uji dia menyembutkan ujian itu dengan baik 4. Paham atas kesalahan yang tak terhindar tapi besok harus lebih baik.
h. Melawan Putus Asa dengan Ikhtiar : 1. Terlibat dengan arus utama 2. Mensyukuri kelebihan 3. Mengganti kekhawatiran dengan memulai kerja kecil 4. Tanamlah padi walau besok kiamat
i. Lawan Dengki dengan Sayang : 1. Selalu ingin menambah sahabat 2. Menyayangi orang lain 3. Senantiasa bersabar atas segala serangan negatif 4. Selalu senang atas kesuksesan orang lain
j. Lawan Pelit dengan Pemurah : 1. Ingin selalu berbagi nikmat 2. Memberi bahkan di saat sempit sekalipun 3. Memperbanyak epos bahkan kepada musuh 4. Bermurah hati dari yang kecil hingga nyawa sekalipun
k. Lawan Egois/Asosial dengan Berbagi : 1. Membangun keberuntungan pada keperluan orang lain 2. Tidak menyia-nyiakan kesempatan beramal 3. Berbagi karena ingin di bagi ridho-Nya 4. Isi alam tidak pernah habis
l. Lawan Riya dengan Terbang Rendah : 1. Menjadi role model yang tulus dengan kesadaran akan adanya batasan waktu sebagai model 2. Selalu takut kepada-Nya 3. Menyadari dirinya hanya setitik air di samudra luas 4. Mengalihkan pujian kepada orang yang perlu

Mengapa Kita Mengindari Rekening Keburukan?
1. “Rencana jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakan sendiri.” (Faathir :43).

2. “Dan siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (Thaha:124)

3. “Berhati-hatilah kalian terhadap dosa kecil, sebab jika ia berkumpul dalam diri seseorang akan dapat membinasakannya.” ( Hadis riwayat Ahmad dan Tabrani dalam Al Awsath )

Trus Apa Hubungannya Rekening Kebaikan dengan Keberuntungan dan Kesuksesan?
Rekening Kebaikan yang telah kita kumpulkan bisa dicairkan dalam bentuk kemudahan, keberuntungan, kebahagiaan, terhindar dari kesulitan, kebahagiaan, dll. Semakin banyak kita mendapat keberuntungan semakin berkurang saldo rekening kebaikannya. Oleh sebab itu, barangsiapa ingin mendapatkan keberuntungan terus menerus, lakukan terus kebaikan.
Rekening Keburukan yang kita kumpulkan akan dicairkan kesulitan, kesialan, musibah dll. Ketika musibah datang dalam hidup kita, saat itu saldo rekening keburukan kita juga berkurang. Nah berarti orang yang dalam hidupnya selalu mendapat musibah sesungguhnya adalah akibat dari tindakan dia yang terus menerus menyebarkan energi negatif dalam hidupnya sehingga saldo rekening negatifnya tidak pernah habis.

Praktenya Bagaimana?
Kita harus membuat rekening kebaikan dan menghindari rekening keburukan. Bagaimana prakteknya dalam bisnis? Bagaimana prakteknya dalam jualan?

Sekarang kita praktek buat daftar rekening, kebaikan itu apa saja.

Mengapa Kita Berbuat Kebaikan dan Menghindari Keburukan

Adalah wajar seseorang berbuat sesuatu yang bisa mendatangkan faedah dan keuntungan bagi dirinya. Hanya saja, seringkali orang hanya memandang faedah dan keuntungan itu secara langsung. Sehingga ia menjadi orang yang egois, tidak peka terhadap penderitaan orang lain, memikirkan diri sendiri meskipun terkadang harus merugikan dan menyakiti orang lain. Dengan keadilan-Nya, Allah menjadikan perbuatan baik kepada orang lain sebagai sebab kebaikan untuk pelakunya. Setiap orang berbuat baik kepada orang lain, niscaya kebaikan itu akan kembali kepada dirinya. Allah akan membalas manusia sesuai dengan usahanya, baik balasan di dunia maupun di akhirat.
Dan kebalikannya jika kita melakukan keburukan (mencuri, mengejek, membohongi, sombong), itu sebenarnya kita sedang berbuat keburukan untuk diri sendiri. Keburukan yang dimaksud bisa berhubungan dengan duniawi dan ukhrawi sekaligus. Keburukan yang menimpa urusan duniawi seperti datangnya penyakit, musibah, kepailitan dan yang lain. Adapun keburukan di akhirat, meliputi adzab kubur, hingga peristiwa yang terjadi setelah hari Kiamat.

Nabi jg bersabda,”Barangsiapa melepaskan satu kesusahan dunia seorang mukmin, maka Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan di liari Kiamat. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang sedang mendapatkan kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

“Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, “Aamiin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.” Dari Ibnu Mas”ud ra. bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa menunjukkan (seseorang) kepada kebaikannya, ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)

Barang siapa berbuat kebaikan maka dia berpahala dan akan mendapat pahala dari orang yang mengikutinya. Barang siapa yang berbuat kejahatan maka dia berdosa dan akan mendapat dosa dari orang yang menirunya (HR. Bukori-Muslim)

“Barangsiapa melepaskan satu kesusahan dunia seorang mukmin, maka Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang sedang mendapatkan kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya didunia dan di akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim )

“Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri” (QS Al-Isra’: 7).

“Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, Maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan. ( Al- Jatsiyah : 15)”

“Rencana jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakan sendiri.” (Faathir :43).

“Dan siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (Thaha:124)
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.”(QS. Ibrahim: 7)
Dari An-Nu’man bin Basyir berkata, “Rasulullah saw. berkhutbah di atas mimbar menyampaikan sabdanya: ‘Barangsiapa tidak mensyukuri yang sedikit, berarti tidak bisa mensyukuri yang banyak. Barangsiapa tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah. Sesungguhnya menyebut-nyebut nikmat Allah adalah bersyukur dan meninggalkannya adalah kufur. Bersatu akan membawa rahmat dan bercerai-berai akan mendatangkan adzab’.” (Musnad Imam Ahmad, no. 17721)

Kesempulan dari ayat dan hadist di atas :

  • Berbuat keburukan (mencuri, mengejek, membohongi, sombong) = Berbuat keburukan untuk dirinya sendiri.
  • Mendoakan orang lain = mendoakan diri sendiri
  • Melepaskan 1 kesusahan orang lain à Allah akan melepaskan 1 kesusahan di hari kiamat
  • Memberikan kemudahan orang lain yang sedang mendapatkan kesulitan à Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan akhirat.
  • Menutupi aib seorang muslim, à maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat
  • Menolong orang lain = menolong diri sendiri
  • Bersyukur –àNikmat bertambah
  • Mengingat Allah di saat lapang -à Allah akan menolong kita di saat sempit.

Praktek 1
Terapi untuk memperkuat syaraf giving / suka memberi / suka berbuat kebaikan

Menuliskan minimal 15 yang Anda berikan kepada orang lain sepanjang hari ini (senyuman, sapaan, doa, kata-kata sopan, sepotong kue, kemudahan dll.)

Terapi ini sebaiknya ditulis malam hari 30 menit sebelum tidur, karena otak sedang berada dalam gelombang alfa, sehingga lebih mudah masuk ke bawah sadar.

Dan ditulis setiap hari tanpa putus selama minimal 21-40 hari. Kalau terlewat harus mengulang lagi dan dihitung mulai hari ke-1 lagi.

Praktek 2
Terapi Gratitude

Qs:.99 ( Az-Zilzal) ayat 7 yang artinya:

” Barang siapa yang berbuat kebaikan sebesar zarrah, niscaya dia akan menerima balasannya”.

Tabungan Kebaikan
Hukum Kekekalan Energi mengatakan “Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya”. Hukum ini diciptakan oleh James Prescott Joule, seorang ahli fisika Inggris yang namanya diabadikan menjadi satuan energi.
Hukum ini juga berlaku dalam kehidupan manusia.
Aktivitas yang kita lakukan setiap hari merupakan perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Contohnya, saat kita makan, kita mengubah energi kimia dari makanan menjadi energi yang kita gunakan untuk bergerak dan berpikir. Energi yang kita berikan untuk perusahaan saat kita bekerja akan ditukar menjadi energi potensial yang kita dapatkan dari perusahaan (income atau gaji).

Energi tersebut bisa ditabung untuk dipergunakan bila diperlukan nantinya. Sebagai contoh: bila kita makan berlebihan, maka kelebihan energi tersebut akan disimpan di dalam tubuh dalam bentuk lemak. Lemak tersebut Begitu pula, bila kita telah bekerja keras dan cerdas, sehingga “nilai” dari hasil kerja kita tersebut lebih besar dari gaji kita, maka energi tersebut akan ditabung. Tabungan tersebut akan dicairkan dalam bentuk kenaikan gaji (karena gaji naik atau mendapat promosi jabatan atau karena pindah kerja ke tempat kerja dengan gaji yang lebih baik). Dilain pihak, bila kita banyak melakukan kejelekan (tabungan negatif), maka suatu saat kita juga harus membayarnya. Sebagai ilustrasi: bila kita bekerja malas-malasan sehingga hasil kerja kita lebih rendah dibandingkan dengan gaji, maka dalam jangka panjang kita akan dipecat/ di PHK. Bila kita mencuri atau menipu, suatu saat kita akan dihukum (baik hukuman di dunia atau di akhirat).

Apa implikasinya bagi kita? Mari kita melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya agar kita punya banyak tabungan positif. Tabungan kebaikan tersebut bisa kita cairkan nanti bila kita membutuhkannya, baik ketika kita masih hidup didunia atau untuk nanti di akhirat. Tabungan kebaikan tersebut bisa juga kita hadiahkan kepada orang lain. Sahabat saya Mas E H W menghadiahkan tabungan tersebut untuk adiknya ketika adiknya mengalami kecelakaan dan tidak sadar. Mas E H W berdoa meminta kesembuhan bagi adiknya dengan mencairkan tabungan kebaikan yang banyak dia punyai. Tabungan kebaikan tersebut banyak dihadiahkan oleh para orang tua kepada anak anaknya. Oleh karena itu, agama mengajarkan agar kita berbuat banyak kebaikan (wakaf atau sedekah atas nama orang tua, dll) untuk membalas kebaikan orang tua kita. ====================
Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari Muslim dikisahkan, ada tiga orang pemuda pergi hendak beribadah kepada Allah. Di perjalanan hujan turun sangat lebat sekali. Lalu mereka pun berlindung di dalam sebuah gua. Tiba-tiba jatuh sebuah batu sangat besar menutupi mulut gua. Ketiga-tiga pemuda itu akhirnya terkurung dan tidak dapat keluar.
Seorang dari mereka berkata kepada yang lainnya, “Wahai hamba Allah, demi Allah, tidak ada yang dapat menyelamatkan kita sekarang ini kecuali Allah Swt. Barangkali ada amal paling baik yang pernah kita lakukan yang dapat kita kemukakan kepada-Nya untuk menyelamatkan kita dari musibah ini”.

Salah seorang dari mereka lalu berkata, “Ya Allah, saya pernah terpikat kepada seorang wanita yang sangat cantik. Kerana aku memiliki kekuasaan dan kekayaan, lalu aku bayar wanita itu dengan harga yang dikehendakinya. Ketika kami berdua-duaan dan aku mempunyai kesempatan untuk berbuat zina, tiba-tiba aku ingat siksa-Mu ya Allah, lalu aku batalkan niat buruk itu. Ya Allah, seandainya apa yang aku perbuat itu baik menurut-Mu, tolong geserkan batu besar yang menghalangi mulut gua ini.”
Selesai pemuda itu berkata-kata, tiba-tiba batu besar yang menutupi mulut gua itu bergeser sedikit, tetapi mereka belum dapat keluar. Lalu pemuda kedua pula berkata, “Ya Allah, aku pernah menyuruh sekelompok orang bekerja dengan upah masing-masing setengah dirham. Ketika mereka selesai bekerja, aku terus membayar upahnya. Tiba-tiba ada salah seorang daripadanya menolak mengambil upah itu, kerana ia merasa melakukan dua pekerjaan sekaligus. Ia hanya ingin diupah sebanyak satu dirham. Kerana tidak bersetuju dengan kadar upahnya, orang itu lalu pergi begitu sahaja tanpa mengambil upahnya terlebih dahulu.

Sepeninggalan orang itu, aku laburkan uangnya yang setengah dirham itu sehingga menghasilkan banyak keuntungan. Pada suatu hari orang tadi datang semula dan meminta upahnya yang setengah dirham itu. Lalu aku berikan kepadanya 10 ribu dirham dari keuntungan wangnya yang setengah dirham dari upahnya dahulu. Orang tersebut terkejut dan mengatakan: “Jangan kamu hendak bergurau, upah aku dahulu bukan sebesar ini tetapi hanya setengah dirham”. Lalu aku jelaskan, bahawa uangnya yang setengah dirham itu telah aku laburkan sehingga terus bertambah sampai sebanyak ini.
Setelah jelas, dia pun mengambilnya dengan penuh bahagia dan rasa syukur. Ya Allah, Engkau Maha Tahu, aku melakukan itu semata-mata kerana mengharapkan keredhaan-Mu. Ya Allah, jika apa yang aku lakukan itu baik menurutMu, tolong angkat batu yang menghalangi tempat keluar kami ini.” Lalu batu itu bergeser kembali, namun mereka tetap belum dapat keluar.
Pemuda yang ketiga pula lalu berkata, “Ya Allah, kedua orang tua ku sudah sangat tua. Meskipun demikian, aku sangat menyayangi keduanya dan aku tidak pernah minum atau makan sebelum keduanya minum dan makan. Suatu hari aku bawakan sebotol air susu untuk keduanya namun mereka sedang tidur dengan lena. Aku tidak berani mengejutkannya, lalu aku tunggu sehingga keduanya bangun. Meskipun anak aku waktu itu menangis meminta susu itu, namun aku tidak memberikannya sebelum kedua orang tua aku meminumnya terlebih dahulu. Apabila kedua orang tua ku bangun, aku terus memberinya minum.

Ya Allah, Engkau Maha Tahu, apa yang aku perbuat itu semata-mata kerana mengharap keredhaan-Mu, maka tolong alihkan batu ini supaya kami dapat keluar”. Akhirnya batu itu bergeser kembali dan akhirnya mereka dapat keluar dari gua tersebut dengan selamat. (HR.Bukhari dan Muslim).
PENGAJARAN.. ~ Allah memberikan bantuan kepada mereka yang benar-benar berdoa dengan penuh keikhlasan kepadaNya. ~ Dalam kesempitan, kita dibolehkan bertawassul dengan amal kebajikan yang kita lakukan. ~ Bertawassul juga merupakan salah satu ciri dalam Ahlus Sunnah Wal Jamaah ~ Dalam melaksanakan sesuau pekerjaan eloklah bermuafakat terlebih dahulu sebab muafakat itu membawa berkat ~ Berbakti kepada ibubapa adalah satu amalan soleh ~ Berlaku jujur dalam perniagaan juga amalan soleh ~ Mengelak dari melakukan perzinaan adalah amalan soleh


1. 37. Lawan Tamak Dengan Sahaja 1. Meringankan diri dengan menjauhi keborosan 2. Sanggup mulai dari bawah 3. Tidak semuanya sendiri 4. Jauhi amarah diri dan orang lain
2. 38. Orang yang memiliki sikap dan perilaku positif adalah ketika terjebak macet, misalnya, dia akan menganggap dirinya sedang menjalani kursus kesabaran. Ketika sedang sakit, dia berprasangka baik kepada tuhanyang maha kuasa bahwa tuhan sedang mengurangi energi negatif yang ada pada dirinya, tuhan nsedang membersihkan dirinya
3. 39. Sikap dan prilaku produktif adalah cara pandang dan perilaku kita untuk memanfaatkan seluruh aset diri dan terus menciptakan hasil karya yang dapat menambahkan epos bagi diri sendiri dan lingkungan.
4. 40. Sikap dan perilaku kontributif adalah cara pandang dan perilaku kita untuk memanfaatkan segala sesuatu yang kita miliki dan terus membantu, mendukung, serta memberikan kontribusi pada orang dan lingkungan.
5. 41. Lawan Sombong Dengan Rendah Hati 1. Pelajaran dari siapa saja 2. Tundukkan Kesombongan dengan belajar 3. Pakai baju kepibadian sendiri 4. Ketinggian budi di peroleh melalui kerendahan hati
6. 42. Lawan Angan Dengan Tawakal 1. Satu keberuntungan hanya kepada-nya 2. Jangan lemah dan bersedih hati 3. Sebrangi jembatan jika sudah tiba 4. Menyadari takdir selalu diberi yang terbaik
7. 43. Lawan Ingkar Dengan Taat 1. Jadikan ilmu sebagai bahan bakar bagi pekerti 2. Kejar hidayah dengan takut maksiat 3. Jangan menantang datangnya nasib buruk 4. Terima standar yang telah ditetapkan
8. 44. Lawan Malas Dengan Rajin 1. Setelah yang satu kerjakan yang lain. 2. Malu karena tidak punya kesibukan 3. Jadikan hari ini sebagai hari paling sibuk, kemarin telah pergi dan besok belum datang. 4. Sambut penghidupan yang pasti dengan tetesan keringat
9. 45. Lawan Kebiasaan Merusak Dengan Memelihara 1. Mempertahankan kebaikan dengan kebaikan yang lain 2. Jangan gubris kelemahan di sekitar, carilah kelebihan 3. Damaikan konflik karena setiap orang adalah aset 4. Memelihara orang walau hanya satu seakan
10. 46. Lawan Cepat Puas Dengan Cita-Cita 1. Raih bintang dengan optimis 2. Tidak tergesa melihat nasib 3. Saat di uji dia menyembutkan ujian itu dengan baik 4. Paham atas kesalahan yang tak terhindar tapi besok harus lebih baik.
11. 47. Melawan Putus Asa Dengan Ikhtiar 1. Terlibat dengan arus utama 2. Mensyukuri kelebihan 3. Mengganti kekhawatiran dengan memulai kerja kecil 4. Tanamlah padi walau besok kiamat
12. 48. Lawan Dengki Dengan Sayang 1. Selalu ingin menambah sahabat 2. Menyayangi orang lain 3. Senantiasa bersabar atas segala serangan negatif 4. Selalu senang atas kesuksesan orang lain
13. 49. Lawan Pelit Dengan Pemurah 1. Ingin selalu berbagi nikmat 2. Memberi bahkan di saat sempit sekalipun 3. Memperbanyak epos bahkan kepada musuh 4. Bermurah hati dari yang kecil hingga nyawa sekalipun
14. 50. Lawan Egois/Asosial Dengan Berbagi 1. Membangun keberuntungan pada keperluan orang lain 2. Tidak menyia-nyiakan kesempatan beramal 3. Berbagi karena ingin di bagi ridhonya 4. Isi alam tidak pernah habis
15. 51. Lawan Riya Dengan Terbang Rendah 1. Menjadi role model yang tulus dengan kesadaran akan adanya batasan waktu sebagai model 2. Selalu takut kepada-nya 3. Menyadari dirinya hanya setitik air di samudra luas 4. Mengalihkan pujian kepada orang yang perlu
16. 52. SEKIAN….

Apa hubungan kesuksesan dengan kebahagiaan

Sukses itu bukan kunci menuju bahagia, tetapi kebahagianlah kunci menuju kesuksesan. (Nikmah Nursyam)
Kebaikan itu apa saja.

Nah ini kita harus perlu ilmu untuk membedakan apa saja itu kebaikan dan apa itu yang bukan kebaikan. Secara umum kebaikan itu disebut ibadah. Kebaikan itu adalah
– melaksanakan perintah-Nya (shalat, puasa, menghindari dosa besar, bertaubat dll),
– ketundukkan dan kecintaan yang tertinggi hanya kepada-Nya. Dalam hal apapun biasakan menggunakan prinsip : Allah dulu, Allah lagi, dan Allah terus”
– Melakukan apa-apa yang dicintai dan diridhai-Nya. Baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin.

Inspirator SuksesMulia. Julukan itu diberikan oleh rekan-rekannya didasari oleh kepiawaiannya mendorong orang untuk selalu meraih kehidupan terbaik: Sukses Mulia. Sukses adalah orang yang memiliki 4-ta (harta, tahta, kata dan cinta) yang tinggi, 4-ta itu diperoleh dengan memerhatikan etika dan agama yang dianutnya. Sementara mulia adalah memanfaatkan 4-ta yang sudah diperoleh untuk memberi manfaat kepada orang-orang di sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018: STOCKIST PT NASA | Awesome Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress